Sabtu, 12 Januari 2013

SINOPSIS NOVEL SANDIWARA LANGIT Karya Abu Umar Basyier

Pemain utamanya bernama Rizqaan dan Halimah. Rizqaan seorang pemuda yang baru lulus SMA, yang ingin segera mengenapkan diinnya. Dia meminta Ustad untuk mencari pasangan hidup. Dengan kemampuan seadanya, akhirnya dia mendapatkan calon pendamping hidupnya.


Setelah bertemu dengan orang tua Halimah, Rizqaan boleh menikahi Halimah dengan syarat harus bisa menghidupi Halimah dengan penghidupan yang layak dalam 10 tahun, kalau tidak maka Rizqaan harus diceraikan.


Kehidupan rumah tangga pun berlangsung, namun kehidupan mereka belum dikatakan layak sampai 10 tahun dan mereka telah mendapatkan anak yang bernama Nabhaan.


10 tahun telah habis, waktu telah ditentukan. Usaha yang dirintis Rizqaan kandas karena pabrik dan rumahnya terbakar. Melihat kejadian itu, kedua orang tua Halimah datang ke rumah Rizqaan dan menyatakan Rizqaan untuk menceraikan Halimah. Talak 2 pun dilaksanakan. Mereka cerai. Setelahnya, Rizqaan berusaha bangkit dan akhirnya berhasil. Rizqaan datang ke rumah orang tua Halimah dan siap untuk menikahi kembali Halimah. Setelah melihat keberhasilan Rizqaan, orang tua Halimah menikahi mereka kembali. Pada saat itu orang tua Halimah dan Halimah telah mengetahui Halimah menderita sakit leukimia, tapi Rizqaan telah menerima Halimah dengan sepenuh hati.

Beberapa bulan pernikahan mereka, Halimah sakit dan ternyata sakitnya bertambah parah . Hal itulahyang menyebabkan Halimah meninggal dan orang tuanya menyesal dengan segala tindakan yang dilakukan mereka terhadap kehidupan penikahan anak mereka. Rizqaan baru tahu bahwa yang membakar pabrik dan rumahnya adalah kakak iparnya sendiri, yang akhirnya menyebabkan kakak iparnya dimasukkan ke penjara.


Setelah kakak iparnya keluar dari penjara, kakak iparnya meminta maaf karena tak sengaja membakar rumah Rizqaan dan Rizqaan pun memaafkannya.

Buku ini mungkin karya yang sama seperti novel nonfiksi, yang sarat dengan nilai-nilai agama dan perenungan. Silahkan baca, bagus lho.

Rabu, 19 Desember 2012

SINOPSIS BUKU SI ANAK SINGKONG (CHAIRUL TANJUNG)

Biografi Chairul Tanjung yang diawali dengan kisah bagaimana di tengah keterbatasan kondisi ekonomi keluarga, Chairul Tanjung mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Kedua orangtua sangat tegas dalam mendidik anak-anaknya, termasuk Chairul Tanjung. Orangtuanya mempunyai prinsip, “Agar bisa keluar dari jerat kemiskinan, pendidikan merupakan langkah yang harus ditempuh dengan segala daya dan upaya.” Apa pun akan mereka upayakan agar anak-anak mereka dapat melanjutkan pendidikan tinggi sebagai bekal utama kehidupan masa depan.

Sang ibunda, Halimah, mengatakan bahwa uang kuliah Chairul Tanjung pertama yang diberikan kepadanya, diperoleh ibunda dari menggadaikan kain halus miliknya.

Bab-bab berikutnya masih menceritakan kehidupan masa muda Chairul Tanjung, saat-saat menjadi mahasiswa sampai kisah awalnya menjadi wirausaha. Tahun 1987, Chairul Tanjung menjadi kontraktor pembangunan pabrik sumpit di Citeureup, Bogor, seluas 800 meter persegi. Tapi yang jadi malah pabrik sandal.

Buku ini juga mengisahkan kehidupan rumah tangga dan keluarga Chairul Tanjung, ketika Chairul Tanjung bertemu dengan perempuan Jawa, Anita Ratnasari, yang tegas dan tegar.

Dalam buku ini, Chairul Tanjung mengungkapkan bahwa, “bagi saya, ibu adalah segalanya.” Chairul Tanjung percaya bahwa surga ada di telapak kaki ibu. “Bila kita benar-benar berbakti kepada ibu sepenuh hati dan ikhlas, maka surga akan kita gapai di dunia. Itu yang saya alami sendiri,” demikian Chairul Tanjung berpendapat.

Chairul Tanjung juga menyampaikan pandangan-pandangannya tentang persoalan ekonomi dan menceritakan aktivitasnya sebagai pengusaha.

Chairul Tanjung mengembangkan Para Group, kemudian mengganti nama perusahaannya menjadi CT Corp. Secara umum CT Corp terdiri atas tiga perusahaan subholding yaitu Mega Corp, Trans Corp, dan CT Global Resources.

Mega Corp adalah perusahaan induk untuk jasa keuangan yang melayani masyarakat di sektor perbankan, asuransi, pembiayaan, dan pasar modal.

Trans Corp adalah perusahaan induk yang bergerak di bisnis media, gaya hidup, dan hiburan. Dalam perusahaan ini, terdapat dua stasiun TV, yaitu Trans TV dan Trans 7, portal berita Detik, dan perusahaan ritel Careefour. Selain itu juga ada perusahaan yang bergerak di bidang makanan dan minuman, hotel, biro perjalanan, dan sejumlah department store yang menyediakan kebutuhan fashion merek terkenal dan high-end.

Sedangkan CT Global Resources adalah perusahaan induk yang fokus pada bisnis perkebunan.
Buku ini menarik dibaca dan bermanfaat bagi siapa saja yang ingin mengetahui bagaimana seorang Chairul Tanjung berhasil menjadi pengusaha sukses dengan hasil kerja kerasnya dan hasil keringatnya sendiri, dan bukan warisan keluarga konglomerat.


Sumber: http://www.terindikasi.com/2012/12/resensi-buku-chairul-tanjung-si-anak-singkong.html#ixzz2dKCwgiU3