Tampilkan postingan dengan label traveling bandung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label traveling bandung. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 November 2014

SANG PRIMADONA BARU DI UTARA BANDUNG TEBING KERATON

Lagi-lagi dan lagi .. bandung menawarkan ragam kecantikannya untuk dikunjungi,
Begitu cepatnya arus informasi di media sosial cukup manjadikan kawasan ini ramai diperbincangkan akhir-akhir ini. Tebing keraton menjadi begitu fenomenal di kalangan warga Bandung juga para traveler luar kota. Menyajikan panorama spektakuler dari ketinggian yang menghadap langsung hutan pinus Taman Juanda dengan gunung Tangkuban Parahu menjadi latar yang menjadikannya begitu sempurna.

Rasa penasaran yang begitu kuat sudah tidak bisa dibendung lagi. Karena cukup dekat dari tempat tinggal, jadi berangkat setelah solat Subuh saja. Hati yang tenang awal dari lancarnya perjalanan.

Tebing Keraton? Yes. Tak berlebihan bila saya mengatakan Tebing Keraton saat ini menjadi tempat wisata yang wajib dikunjungi urang Bandung. Tebing Keraton atau Tebing Karaton adalah sebuah tebing yang terletak di Kampung Cihagerem Puncak, Desa Ciburial, Bandung dan masih termasuk area Tahura Djuanda. By the way, di sini sama sekali tidak ada keraton, lho ya! Masyarakat setempat awalnya mengenal Tebing Keraton ini Pasir (Bukit) Jontor atau Cadas Jontor. Penamaan ini dikarenakan posisi batu tebing yang menjorok ke depan. Namun, ada sebalut kisah mistis dari warga setempat yang bercerita bahwa nama Pasir Jontor berganti menjadi Tebing Keraton karena ada seorang warga yang kesurupan. Lalu arwah penunggu tebing yang merasuki orang itu mengatakan bahwa tempat itu harus diganti namanya menjadi Tebing Keraton. Versi lain mengatakan bahwa tempat ini dinamai Tebing Keraton karena keindahannya. Tebing Karaton artinya adalah Kemegahan Alam. Nah, terserah Anda mau percaya versi cerita yang mana. Hehehe :p

Berbeda dengan Tahura dengan petunjuk arah yang sudah sangat jelas. Tebing Keraton nyaris tanpa petunjuk jalan namun bukan berarti sobat akan sulit menemukannya karena hanya ada jalan satu jalan menuju kesana. Dari Taman Juanda tepatnya gerbang menuju taman juanda kita ke arah utara kemudian belok kanan pada persimpangan pertama. Ikuti terus jalur utama hingga melewati Warung Bandrek kemudian belok kiri pada pertigaan berikutnya. Tanjakan dengan jalan yang cukup rusak menuntut keterampilan berkendara yang memadai.batu-batu kerikil yang dipinggirnya jurang hutam taman juanda, kalau musim hujan lumayan meresahkan karena jalannya masih sangat licin. Hingga akhirnya sampai di perkampungan dengan satu-satunya petunjuk mengarah ke sebelah kiri. Jalan yang semakin sempit hanya cukup untuk dilewati satu mobil.


Tidak jauh dari persimpangan terakhir, siapkan lima ribu rupiah untuk biaya masuk motor. Dari pos ini pemandangan atas bukit sudah bisa dinikmati. Hanya sekitar 5 menit lagi menuju sang primadona. untuk yang takut ketinggian seperti saya, hati-hati karena di tempat ini belum terlalu savety.. masih rada-rada rawan.. belum ada pengamanan, klu jatoh ya... udah .. tamat ! hhhi terus hati-hati juga karena ditempat ini masih kental banget cerita mistisnya, kokon katanya dlu sering ada yang jerit-rerit dari atas tebing entah siapa dan dari mana suaranya... brbrrbrbrb

Sabtu, 01 November 2014

BUKIT MOKO

BANDUNG, kota yang terkenal dengan julukan Paris van Java ini sudah sangat terkenal sebagai daerah tujuan wisata baik domestik ataupun mancanegara. Wisata kuliner dan wisata belanjanya sangat memanjakan para wisatawan. Tak hanya itu, Bandung juga menawarkan berbagai tempat wisata bertema alam yang patut Sobat kunjungi, salah satunya adalah Bukit Moko...

Bukit Moko adalah sebuah tempat dimana kita bisa melihat pemandangan Kota Bandung dari ketinggian. Tempat ini berada pada ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut, dan menjadi titik tertinggi di Bandung. Jadi, jangan heran jika udara di sini sangat sejuk bahkan cenderung dingin.

Untuk bisa sampai ke Bukit Moko Sobat bisa memilih tiga jalur...
Pertama, lewat jalan Bojong Koneng, jalur ini memiliki jarak yang paling dekat dibandingkan dengan yang lainnya. Namun jalur ini memiliki medan yang cukup menantang dan hanya bisa dilewati oleh kendaraan lintas alam.
Kedua, Sobat bisa mencoba lewat jalan Cimuncang, jalur yang satu ini memiliki jalan yang sangat berbatu dan berkelok-kelok. Jadi, tidak direkomendasikan lewat jalur ini jika kendaraannya tidak memadai.
Nah, yang ketiga jalur lewat Padasuka, jalur ini bisa dilewati oleh kendaraan bermotor dan sangat direkomendasikan. Jalanannya sudah beraspal walaupun tidak semuanya, tapi masih bisa dilewati oleh kendaraan.

Jika melewati jalur Padasuka, sepanjang perjalanan Sobat akan disuguhkan rumah-rumah warga yang berjejer di sepanjang jalan. Kemudian saat dilanjutkan ke atas, Sobat Djadoel akan menemui tempat yang namanya Caringin Tilu. Di tempat ini kita bisa sedikit beristirahat sambil menikmati sejuknya udara di bawah pohon beringin yang sangat besar sebelum melanjutkan perjalanan.dari caringin tilu kita akan menempuh jarak kurang lebih 2km lagi Untuk dapat mencapai Bukit Moko, Sobat perlu berjalan terus ke atas... terusss Kalau jalannya sudah mentok dan Sobat melihat bangunan kayu yang bernama Warung Daweung, berarti Sobat Djadoel sudah sampai di tujuan.


Selain Sobat bisa melihat pemandangan cekungan Bandung yang dikelilingi oleh gunung-gunung, di Bukit Moko ini juga kita bisa memesan makanan dan minuman di Warung Daweung, satu-satunya warung yang ada di sini. Udara yang dingin dengan anginnya yang cukup kencang dapat dihangatkan dengan makanan atau minuman hangat di Warung Daweung. Makanan atau minuman hangat ini memang paling cocok untuk menemani Sobat ngadaweung (melamun) sambil menikmati indahnya landscape Kota Bandung.Sesampainya dipuncak, benar-benar puas menikmati pemandangan kota Bandung 180 derajat, dari kiri ke kanan. Udara dingin nan sejuk memang menjadikan tempat ini cocok untuk melamun – persis dengan arti daweung, melamun... pokoknya gakan nyesel setelah lelah menikmati perjalanan yang lumayan hhi


Banyak orang yang datang ke sini menjelang malam hari. Selain untuk menghindari cuaca siang yang panas alasan lainnya adalah untuk bisa melihat sunset yang sangat indah. Saat malam tiba, suguhan citylight Kota Bandung yang seperti ratusan bintik-bintik cahaya akan memanjakan mata Sobat Djadoel semua. Bagi Sobat yang belum puas dengan melihat sunset dan citylight, cukup dengan bermalam di sini Sobat Djadoel bisa melihat indahnya matahari terbit dari balik gunung yang mengelilingi Kota Bandung.


Pengalaman melihat citylight, sunset dan sunrise dalam satu tempat inilah yang menjadikan Bukit Moko tujuan wisata yang wajib Sobat kunjungi, terutama bagi pecinta alam. Jadi, Selamat Berpetualang!!!

Selasa, 30 September 2014

DUSUN BAMBU FAMILY LEASURE PARK

Wisata bandung bertambah lagi... LAGI DAN LAGI.........
Saat ini Bandung dihebohkan dengan hadirnya tempat wisata baru yaitu Dusun Bambu – Family Leisure Park tempat paling cocok deh buat merefresh otak.....tapi ya Siap-siap untuk macet macetan juga sih. Hehehe. Sejak semakin mudahnya akses menuju Bandung, bukan hanya hotel dan tempat hiburan saja yang dibangun tidak terkendali, tempat wisata pun bermunculan bak jamur di musim hujan. berwisata memang sudah menjadi kebutuhan “hampir pokok” bagi para pendatang dari kota atau daerah sekitar Bandung terutama Jakarta kali yahhhh ^_^.


Nah Kebetulan hari ini sayadan teman-teman krucil punya kesempatan untuk mengunjungi tempat wisata baru ini yang sebetulnya statusnya masih dalam proses pembangunan alias belum 100% jadi gak tau udah soft opening atau belu ya ?? hehe soalnya keburu KEMAL alias KEPO MAKSIMAL hahaa. Lokasinya di Jalan Kolonel Masturi tepatnya Kolonel Masturi KM 11, Cisarua, Bandung, Jawa Barat 40551 atau mau lebih jelas lagi ini webnya www.dusunbambu.com. Nah Cara untuk mencapai ke lokasi ini adalah via Jalan Sersan Bajuri (jalan yang ada di seberang Terminal Ledeng),atau via cimahi juga bisa yaitu melalui Jalan Jendral Sudirman lurus terus mengikuti jalan ke arah barat. Anda akan tiba di alun-alun Kota Cimahi, nah sebelah alun-alun tersebut ada jalan. Nama jalannya adalah Kolonel Masturi yang tinggal lurus saja mengikuti jalan menanjak kurang lebih 11 km, Anda akan tiba di Dusun Bambu..kebetulan saya lewat sersan bajuri ikuti jalan tersebut terus sampai melewati Vila Istana Bunga, lanjut terus ke Universitas Advent dan masih berlanjut melewati Curug Cimahi. Sepanjang jalan ada petunjuk kok jadi nggak perlu kuatir tersesat. Nah dari Curug Cimahi sekitar 300 meter di sebelah kanan jalan ada jalan masuk dengan gapura bertuliskan “KOMANDO”, masuk ke jalan itu kemudian kurang lebih 500m sampai deh di gerbang masuk Dusun Bambu terpangpang gugusan bambu-bambu gede banget sebelah kiri.

Tiket masuk akan dikenakan Rp15.000,- per orang, anak kurang dari 3 tahun gratis. parkir motor Rp.5.000 dan mobil Rp10.000,-.murah banget lah ya daripada parkir di mall hahaa.

setelah membeli tiket masuk kita akan memasuki area parkir dan gerbang selanjutnya menuju berbagai area didalam sini.ya sekitar 500 meter lah dari tempat pembelian tiket.


Pertama kita akan memasuki Area Antrian atau apa ya halte kali yah, atau area penjemputan atau apalah namanya,

pertama saya sampai Waktu itu saya pikir apa itu antrian beli tiket masuk lagi tapi tadi kan di depan gerbang masuk sudah bayar tiket masuk. Setelah selidik punya selidik ternyata itu antrian untuk naik mobil pengantaran ke lokasi langsung ke Pasar Khatulistiwa mobilnya unik sih tapi sayang armadanya hanya sedikit padahal banyak pengunjung jadi kita harus antri lumayan lama.


Jadi Dusun Bambu itu terbagi dengan area-area seperti : Kampung Layung, Saung Purbasari, Sampan Sangkuriang, Lutung Kasarung, Burangrang, Pasar Khatulistiwa, Camping Ground, Tegal Pangulinan, dan Balad Lodaya. nah untuk mencapai lokasi-lokasi ini tidak usah risau berjalan jauh dan bikin betis anda jadi kaya talas bogor hhhi kendaraan ini yang akan mengantar kita berkeliling.Bagi Anda yang malas mengantri ternyata ada jalan di pematang sawah yang berundak-undak yang bisa ditelusuri dengan berjalan kaki untuk menuju ke Pasar Khatulistiwa.wahhh pemandangannya TOP Banget gakan ditemui deh di perkotaan pemandangan kaya gini. Saya sarankan sih jalan kaki saja sambil melihat-lihat pemandangan sawah dan pondokan yang terbuat dari bambu, air-air sungai yang mengalir jernih dan bebek-bebek lucu yang berenang2 disana. Hanya memakan waktu 10 menit yang tidak akan terasa lelah sama sekali karena dihibur dengan pemandangan yang luar biasa menyejukkan mata terus bisa sambil foto-foto juga hahaha (teuteup).


Dengan berjalan kaki, setelah area persawahan yang berundak-undak Anda akan melewati area Kampung Layung dan Lutung Kasarung kemudian tiba di Pasar Khatulistiwa sebagai pusat kegiatan dari tempat wisata ini. Area-area lain semua dapat diakses dari Pasar Khatulistiwa ini..... tempatnya bagus banget sayang kalau sedang ramai agak desak-desakan dan susah mencari tempat duduk.


well... well.. to the well haha setelah mengelilingi pasar khatulistiwa yang harganya lumayan agak-agak m**al (hhi) kita lanjut ke Kampung Layung yang masih disitu-situ juga sih hahaha

Apa yang bisa Anda nikmati di area Kampung Layung? Area ini merupakan area cottage. cottage yang akan disewakan di sini, ada “rumah contoh” yang bisa Anda kunjungi. Cottage ini bernuansa “desa” banget, dari eksterior, interior sampai dengan hiasan semua terbuat dari kayu dan bambu. Tapi jangan ditanya isi cottagenya, ruang tamu lengkap dengan TV layar datar dan speaker home theatre, dapur dengan kompor induksinya, kamar mandi dengan shower air panasnya Hehehehe. Paduan nuansa desa dan kota, tradisional dan modern. Asyiiikkk banget lah. Di beranda ada tempat lesehan untuk duduk-duduk bersantai yang dijamin bakal ketiduran kalau duduk lama-lama di sana karena kenyamanannya ditambah angin sepoi-sepoi “ngahiliwir”. Hehehehe. Satu hal yang akan membuat Anda ingin segera booking cottage ini adalah adanya halaman belakang yang dilengkapi dengan fasilitas BBQ. Sudah terbayang malam-malam yang dingin, BBQ-an sama keluarga atau teman-teman di halaman tersebut, waaaah mau bangetkan ??? tapi ya anda harus mempersiapkan budget yang lumayan menguras kantong juga katena sewanya 3-4 juta permalam hehehe.sekarang baru ada 7 cottage sih tapi rencananya akan dibangun total 250 cottage yang dapat dibooking nanti ke depannya. tertarik ?? silahkan booking 1 tahun sebelum anda menginap hahahahaa


ok selanjutnya ada Lutung Kasarung,
Nah area ini nih yang cukup unik. Ada kapsul-kapsul diselimuti akar-akar pohon yang kalau dilihat dari bawah itu seperti bergelantungan di pohon-pohon. Padahal setelah dilihat dengan lebih seksama, ada rangka dan struktur penyangganya. Lebih jelasnya buat Anda para penggemar film Star Trek, bentuknya mirip seperti kapsul penyelamat/ escape pod yang bisa diisi “segambreng” orang. Fungsinya unik-unik : ada kapsul yang isinya wastafel untuk cuci tangan, ada kapsul yang isinya tempat duduk-duduk, ada beberapa yang fungsinya untuk kamar spa . Dari kapsul ke kapsul dihubungkan dengan jembatan-jembatan dari kayu yang bagus banget kalau buat foto-foto. Akses menuju area Lutung Kasarung ini semua dari Pasar Khatulistiwa. Wajib dan wajib dikungjungi yah.


lanjut ke Burangrang – Sampan Sangkuriang- Saung Purbasari
Pasar Khatulistiwa letaknya di dalam gedung bersatu dengan Restaurant Burangrang yang penuh padat merayap . Kalau dilihat dari luar sih, tempatnya nyaman untuk bersantap apalagi yang di teras dengan tenda-tendanya. Pemandangan langsung menuju ke danau yang disebut dengan Sampan Sangkuriang. Danau yang tenang dimana Anda bisa bersampan dengan keluarga dibantu oleh bapak-bapak yang siap untuk membawa Anda ke tengah danau. Cukup tegang juga waktu naik sampan soalnya nggak ada pelampung sama sekali, dan yang namanya sampan tradisional yang benar-benar terbuat dari kayu, goyang dikit aja langsung oleng jadi duduk harus ditengah dan nggak boleh goyang dombret sedikitpun. Hihihihi. Apalagi diisi oleh banyak orang, itu permukaan air paling tinggal 5 cm lagi masuk ke dalam perahu, bisa dibayangkan tegangnya naik sampan itu. Si Bapak yang mendayungnya dengan tenangnya bilang “Nggak usah takut Pak, nggak akan tenggelam”. Buat saya pemandangan di danau ini yang luar biasa menakjubkan. Airnya yang tenang membuat rasa damai di hati, beneran ga boong. Dengan background Saung Purbasari, berupa pondokan-pondokan di sekeliling danau yang bisa digunakan untuk tempat makan (makanannya dipesan dari Restaurant Burangrang). Jadi teras dari pondokan-pondokan di Saung Purbasari ini langsung ke danau. Dari depan gedung Restaurant Burangrang ada dermaga kecil untuk naik sampan menuju ke teras-teras dari pondokan-pondokan itu. Asyik banget kan.tapi agak ngeri juga sih takut kelelep hahaha .



menjelang makan siang kita makan dulu yuuu ... hhi di Pasar Khatulistiwa

Pasar Khatulistiwa terletak di lantai 2 dari gedung yang bersatu dengan Restaurant Burangrang. Pasar ini menjual berbagai macam sayuran dan buah-buahan segar yang katanya beberapa diambil langsung dari gunung Burangrang. Ada juga suvenir dan makanan-makanan tradisional Sunda yang bisa Anda dapatkan di sana dan berbagai macam barang lainnya. Sekeliling Pasar Khatulistiwa banyak tempat duduk dan kuliner yang bisa dicicipi, saya bilang banyak itu betul-betul banyak jenisnya, dari Kue Ape, dsb


disini juga ada Foodcourt menunya Kocok, Soto Bandung, Lotek, Rujak, Surabi, dan banyak lagi yang nggak mungkin bisa dicicipi semuanya dalam satu hari hehehe. Di lantai 3 masih tersedia lebih banyak lagi tempat duduk bagi Anda yang mau berkuliner di sana. Nah cuman harganya cukup lumayan, yah namanya di tempat wisata, harganya pasti termasuk harga untuk menikmati pemandangan dan keindahan alam di sana berikut fasilitas-fasilitas yang tersedia. Eh hampir lupa, semua transaksi di Pasar Khatulistiwa dan kuliner harus menggunakan voucher atau uang-uangan gitu
yang bisa ditukar di beberapa tempat di sekitar sana. Kabar baiknya kalau tidak habis terpakai bisa direfund uangnya.


udah makan lanjut ke Tegal Pangulinan
Di sebelah Pasar Khatulistiwa ada lapangan besar tempat segala macam permainan tradisional Sunda, dari enggrang ini permainan rakyat Sunda yang menggunakan bambu sebagai perpanjangan dari kaki, bakiak yang biasa dipakai untuk lomba di hari kemerdekaan bangsa kita, panahan, layang-layang, lempar bola bertali. Terus kemudian ada show kuda lumping dan hoola hop yang diperagakan oleh anak-anak kecil dengan baju khas daerah Sunda. Semua dapat dinikmati dengan gratis tanpa biaya sepeserpun.

naik ke atas dikit ada Camping Ground

Jadi di area ini disediakan tenda-tenda untuk camping, jangan membayangkan tenda camping yang bentuknya seperti tenda-tenda camping yang biasa, di area yang kalau mau BAK atau BAB atau mandi harus “back to nature” alias di pinggir pohon atau di sungai/kali terdekat. Wkwkwkwk soalnya nyari toilet agak susah juga . Ini camping eksklusif yang begitu masuk ke dalam tenda ada ruang kumpulnya di tengah dengan sekatan-sekatan kamar di sekelilingnya. Mungkin bayangannya seperti tendanya Harry Potter yang komplit di dalamnya ada ruangan-ruangannya, hehehe. Nah untuk masalah “back to nature” itu alias BAK dan BAB serta mandi …jreng…jreng… ada WC dan kamar mandi pribadi terpisah diluar tenda lengkap dengan air panas dan dinginnya, woooooowwww. Bukan kamar mandi yang boleh disharing dengan pengguna tenda-tenda yang lain. Jadi setiap tenda punya kamar mandi pribadi. Gimana sik asik sik asik kan? Ga mau kalah dengan cottage donk, fasilitas BBQ pun disediakan disamping tenda. Waaaahhh jadi mupeng euy....... untuk sewa nya saya gak sempat nanya hehe

selain itu ada taman bunga-bunga, balon udara (yang masih jadi pajangan) puas banget lah buat foto-foto atau hangout sama teman atau keluarga.


Jadi itulah gambaran dari tempat wisata keluarga baru di Bandung, Dusun Bambu – Family Leisure Park yang indah tenan kata orang-orang sih lebih enak kalau datangnya menjelang malam karena lampu-lampunya lebih menabjubkan hhhi ....
dan ini lah beberapa jepret kenarsisan kami hihihi

Selasa, 14 Januari 2014

FLOATING MARKET IS NOT "PASAR TERAPUNG"

hari ini saya dibuat penasaran oleh teman-teman saya yang tinggal di jakarta, yang sedang heboh membicarakan floating market, ok mari kita kunjungi ....Floating Market Bukti telah berhasilnya western-iasi di Bandung eh salah Lembang maksudnya.pertama kali yang ada difikiran saya adalah makan dan jajan sambil naek sampan terus berkeliling naek sampan sambil beli makanan ini itu pokonya kaya ilkan RCTI OKE zaman dulu yang nenek-nenek penjual sayur di sampan, nah mungkin itu yang akan saya temui.................



Floating Market Lembang beralamat Jl. Grand Hotel no 33 E, Lembang, tempat yang masih tergolong baru ini, sekarang lagi hits-hitsnya dikunjungi orang sebagai tujuan lokasi wisata. Ga terlalu jauh dari pusat Kota Bandung, menuju ke arah Lembang, Bandung Utara. Konsep yang ditawarkan yaitu bermain, belajar dan kulineran di tengah alam, mungkin sekilas ga jauh beda dengan tempat wisata lain di Bandung yang pokoknya "deket sama alam". Di sini, fokus utamanya lebih kepada Pasar Apung yang ada di tengah danau tapi pasarnya cuma dikit huuuuuuuh (penonton kecewa)


Setelah beli tiket masuk Rp 10.000 / orang, tiket tersebut bisa langsung di tukerkan dengan welcome drink, mau panas, dingin, lengkap ragamnya dari kopi, teh sampe susu. Danau yang gede banget langsung menyambut kami, sekedar tips, kalo mau enak, jalannya ikutin rute ke kanan dulu aja jangan sok anti mainstream mau contra flow, biar ga desek2an sama orang. Sepanjang pinggir danau itu ada toko-toko souvenir, makanan ringan dan pakaian yang harganya... hmmmmm biasalah tempat wisata.Selain belanja-belanja buat ibu-ibu, buat anak-anak juga tersedia banyak fasilitas, bisa sewa kano, perahu bebek, flying fox, ATV. Buat anak yang bukan adrenaline junkie, tenang aja, ada taman kelinci dan taman angsa, disini anak-anak bisa deket sama satwa, bisa interaksi dengan kasih makan ke kelinci, angsa ataupun ikan. Anak-anak yang ga suka adrenaline, ga suka hewan, ga suka alam, dirumah aja gih mainan i-Pad dan jangan coba-coba datang kesini.kita bisa jalan-jalan berkeliling terus foto-foto deh (teuteuuup)kita bisa menjumpai Musik Tradisional oleh Anak-anak semacam saung yang isinya anak-anak main musik tradisional.
Untuk wisata kuliner, sebelum belanja kita harus menukarkan koin-koin sebagai alat pembayaran di sana, ada pecahan 5.000 dan 10.000, jadi harga makanan disana ga ada yang pecahan 2.000, 2.500 apalagi 3.750. Semuanya kelipatan GOCENG. namun hati-hati klu nuker koin, soalnya koin ini gak bisa di refund ... hhiiii sayang kan klu kebanyakan gak dibeliin. Penjual makanan dan minuman di sini, semuanya terapung di atas danau, jangan ngebayangin penjualnya ngedayung dari tengah danau ya, semua penjualnya ada di atas perahu kecil berjejer rapi di atas danau, jadi pengunjung ga perlu teriak2 manggil tukang tahu gejrot karena ada di tengah danau hahahha (tapi asik kali ya kalau begini).
Untuk menyantap kulinernya, bisa di samping penjual dengan meja dan kursi yang sudah disiapkan ala-ala foodcourt di mall di pinggir danau atau pengunjung bisa menyewa gazebo atau saung untuk bersantap abis itu leyeh-leyeh menikmati udara sejuknya Lembang.Penjual Makanan Secara keseluruhan, Floating Market Lembang bisa di jadikan alternatif wisata murah meriah, dengan tiket 10.000 udah dapet minum plus cuci mata dengan pemandangan alam. Ngorek dompet sedikit bisa menikmati kuliner sambil belanja di atas danau begaya lagi belanja di Pasar Apung Thailand. Buat anak-anak, tinggal ngasih muka innocent layaknya puss in boots, bisa deh tuh naik sampan, main ATV, atau kasih makan kelinci yang unyu-unyu. Tenang harganya semua ramah kantong koq hehehe hanya memang agak garing ya klu buat orang-orang dewasa.. hehe.
tapi kalau untuk foto-foto sih oke lah