Rabu, 10 Juli 2013

Sinopsis Novel Refrain (Winna Efendi)

Sinopsis Novel Refrain Karya Winna Effendi


Back Cover Novel
Tidak ada persahabatan yang sempurna di dunia ini yang ada hanya orang-orang yang berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankannya
Ini bisa jadi sebuah kisah cinta biasa. Tentang sahabat sejak kecil, yang kemudian Jatuh cinta kepada sahabatnya sendiri. Sayangnya, disetiap cerita harus ada yang terluka.
Ini barang kali hanya sebuah kisah cinta sederhana. Tentang tiga sahabat yang merasa saling memiliki meskipun diam-diam saling melukai.

Ini kisah tentang harapan yang hampir hilang. Sebuah kisah tentang cinta yang nyaris sempurna, kecuali rasa sakit karena persahabatan itu sendiri.

Sekilas Cerita
Niki & Nata adalah 2 orang sahabat, Namun semenjak masuk SMA Nata mulai Jatuh hati pada Niki yang mulai Feminim. Niki seorang gadis yang aktif dan ia sangat Menyukai Cherrleader hingga ia bisa masuk Cherrleader sekolahnya. Nata & Niki juga berangkat sekolah selalu bersama dengan sepeda Nata, Niki yang dibonceng.

Suatu hari Disekolah mereka ada anak baru keturunan Indo, yang merupakan anak dari Vidia Rosa model & Desainer terkenal. Ia bernama Annalise (selanjutnya Ditulis Anna), ketika ia keUKS saat hari pertama mengurus Ia bertemu Nata yang sedang tidur2an. Mereka berbincang sebentar (disini anna mulai suka Nata), tak lama Niki datang & mengagumi Anna. Dikelas Anna duduk dekat Niki & Nata (disingkat N&N) sikap N&N Yang akrab membuat Anna berspekulasi mereka pacaran, tapi langsung ditepis N&N. Sikap bersahabat Niki Awalnya tak ditanggapi Anna karna ia bosan dengan tipe persahatan yang pernah ia jalani yang tak pernah awet (karna ia selalu pindah2 ikut mamanya). Niki mengajak Anna untuk Cheers tp ditolak karna ia lebih memilih Fotografi. Persahatan mereka diuji ketika ada gunjingan mengenai Anna, namun N&N tak mudah percaya walau Anna tak pernah cerita tentang keluarganya. Hingga Anna mengajak Mereka kerumahnya karna mamanya akan pulang dihari ulangtahunnya, sayang mereka udah bolos jemput kebandara Mamanya Anna gak jadi datang. Mulai dari itu mereka lebih akrab.

Suatu hari saat ada Pensi, Nata dipaksa tampil oleh Niki (Nata punya bakat tp demam panggung) tapi tetap memaksakan hadir Niki walau ada pertandingan diLapangan -karna pas selesai- hanya untuk dukung Nata. Oliver suka melihat Niki & ia mengajak Niki kenalan, ia tetap getol mengajak Niki kenalan hingga esoknya, yang buat Niki Luluh, Helena (ketua Cheers) heran melihat Oliver mendekati Nata.

Hari demi hari Niki & Oliver semakin dekat, yang membuat Niki jarang pulang & main bersama Nata. Hingga mendekati hari Valentine Nata diam-diam ikut mengirimi surat rahasia cintamelalui kotak pesan yang akan dikirimi pihak osis karna itu acara tahunan, yang dari jauh dilihat Anna. Saat surat2 sudah dikirim, Anna yang hanya ber2 dengan Nata menyuruh ia mengakui sebelum Niki diambil orang. Dan benar saat malamnya ia sudah yakin, Nata malah dapat kabar buruk yaitu Niki jadian dengan Oliver.

Suatu Hari N&N kerumah Anna untuk memilih Foto Anna untuk perlombaan Fotografer. Tanpa sengaja Niki menemukan Foto Nata yang diambil diam2 oleh anna yang secara tidak langsung menguak isi hati Anna, nata pun akhirnya tau. Tapi Anna & Nata hanya memutuskan tetap bersahabat. Dan persabatan mereka tetap harmonis hingga kedatangan Vidia Rosa yang akan mengajak Anna keMilan yang membuat mereka sedih apalagi Anna yang baru merasakan tulus Persahabatan & Tak bisa menolak permintaan Mamanya. Hingga dimalam pesta perpisahan N&N mengatakan Fakta tentang Anna yang tidak diketahui Mamanya, tanggapan itu ditolak.Akhirnya membuat Vidia luluh saat ia melihat kamar Anna & Anna Tetap DiJakarta dan Mamany berjanji cepat kembali untuk bersama Anna diJakarta.
Saat Ujian akhir semakin dekat Niki masih bingung atas masa depannya padahal sahabatnya sudah ada cita-cita, Nata ingin menjadi Pemusik & Anna ingin menjadi Photografer.

Persahabatan kembali diuji saat Niki kekamar Nata (yang memang tempatnya bermain) ia menemukan lagu ciptaan Nata yang berisi Cinta untuk dirinya, Nata yang tiba2 masuk membuat Niki kaku & berlari. Hari ke Hari Niki pun menjauhi Nata & Anna (disingkat N&A) Karna merasa bersalah pada Anna dan binggung pada Nata harus bersikap seperti apa. Jadi Niki jadi bermain dengan Helena,belajar bersama tapi ujung ujungnya bergosip. Hingga Helena bercerita ia pernah kerumah OLiver, berbincang mengenai keluarga Oliver, bahkan Mengenai Sahsa mantan Oliver yang masih dicintai Oliver. Anna berusaha agar mereka bersahabat kembali tapi Niki tetap berkeras hati, walau ia ingin apalagi saat melihat N&A ngumpul diTramboline.
Hingga saat Promnight Niki yang sudah susah payah mencari Baju, dapat telepon dari Oliver ia sakit dan mereka tak jadi datang. Saat Niki mau menjenguk Oliver ia dapat kabar bahwa Oliver sudah pergi. Niki yang mendatangi Sekolahnya melihat oliver bersama Helena. Niki yang Kecewa pergi & menangis, untung sang pahlawan datang (nata). Dan akhirnya Niki, Nata & Anna bersahabat kembali.

Kelulusan akan segera tiba. Annalise memutuskan untuk kuliah, sementara Niki masih bingung. Nata tidak sanggup meninggalkan Niki, padahal ia sudah diterima sekolah di luar negeri untuk mendalami bidang musik. Danny (kakak Nata) tahu apa yang terjadi pada adiknya. Ia pun menasehati agar Nata mau sekolah dan tidak perlu khawatir terhadap Niki. Malamnya Nata dan Niki memutuskan untuk menghabiskan malam di atas trampolin sambil mengingat masa-masa kecilnya dulu hingga mereka berdua tertidur di atas trampolin itu. Setelah terbangun , mereka memperhatikan dua planet bersinar pagi itu, berdekatan seperti dua sahabat. Akhirnya perpisahan itu terjadi, Nata akan pergi untuk waktu yang lama. Nata mengecup kening Niki dengan lembut, membekaskan seluruh rasa cintanya pada gadis itu. Mereka berdua menangis dan Nata berkata dalam hati “Gue akan segera pulang dan,saat itu,gue gak akan melepaskan lo lagi”.

Setelah hampir lima tahun Nata dan Niki berpisah. Sampai suatu hari Nata pulang dan memutuskan untuk mampir ke sekolah lamanya. Teriakan seorang guru perempuan membuat Nata ingin mencari asal suara itu. Hati Nata berdesir,terpaku dan tidak mampu bergerak ketika menemukan asal suara itu. Mereka berdua saling menatap, perempuan itu seperti ingin berseru,tapi justru hanya berbisik. Yaa, sosok guru itu adalah seorang wanita yang selalu mengisi hati Nata yaitu Niki. Dan ternyata Niki menjadi seorang guru di sekolah mereka dulu. Dan akhirnya,mereka bersama kembali

Senin, 03 Juni 2013

SINOPSIS NOVEL Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin Karya Tere Liye

Novel ini bercerita tentang seorang gadis bernama Tania yang berumur 23 tahun dan di novel ini dia menjadi ‘aku’. Tokoh lainnya Dede (adik Tania), ibu, Danar (di dalam berperan menjadi ‘seseorang/dia’), Kak Ratna (istri Kak Danar), dan pemeran figuran lainnya. Setting cerita berawal di lantai dua sebuah toko buku di Kota Depok. Di sana,Tania menceritakan kisah hidupnya selama sepuluh tahun terakhir mulai pukul 20.00 – 21.00 kemudian pukul 21.00 – 21.17 dia keluar dari toko buku menuju tempat yang bersejarah baginya hingga dia akhirnya dia dapat menyelesaikan teka-teki kehidupan.

dimulai tentang dua pengamen kecil, yang putus sekolah selama tiga tahun. Semenjak ayah mereka meninggal, yang waktu itu Tania masih berumur delapan tahun dan Dede tiga tahun, kehidupan keluarganya kalang kabut. Mereka tidak lagi bisa mengontrak rumah, karena sudah menunggak tiga bulan, tidak mampu membayar. Akhirnya, mereka hanya kuasa tinggal di rumah kardus di bantaran sungai, tinggal bersama ibunya.

Hari-harinya dihabiskan untuk mengamen, tidak lain untuk mendapatkan sesuap nasi, untuk bisa bertahan hidup, untuk menyambung sepotong masa depan yang samar-samar. Menjadi anak jalanan adalah sesuatu yang niscaya bagi keduanya. Semua dilakukan untuk membahagiakan Ibunya, yang semenjak kematian ayah, Ibu sering sakit. Kata orang-orang, Ibu sakit lebih pada psikisnya.

Pada suatu malam, saat mengamen juga, kaki Tania tertancap paku jamur di dalam kereta. Wajar kalau benda tajam mudah sekali menancap di kaki mereka, karena mereka mengamen tanpa alas kaki, mereka telanjang kaki, tanpa sandal yang bisa melindungi kakinya dari benda tajam. Tania meringis kesakitan, darah pun mengalir. Untung saja, ia ditolong seorang Om-om penumpang bus itu, dan memberikan sapu tangan untuk menyapu darah dan membalut luka di kaki tersebut.

Keesokan harinya, mereka kembali mengamen. Bukan karena kaki Tania sudah sembuh, tapi karena mengamen adalah kewajiban mereka jika ingin tetap bertahan hidup. Mereka mengamen bersama kembali, meski Tania masih berjalan sedikit pincang, menahan sakitnya kaki yang semalam tertusuk paku jamur itu.

Kembali mengamen di bus, dan kembali bertemu dengan Om itu lagi. Dan Om itu memberikan hadiah kepada mereka berdua, sepasang sepatu dengan kaos kakinya. Malam itu mereka lebih akrab dan mengenal namanya Danar, dipanggil Om Danar. Setelah itu, Om Danar mengantarkan Tania dan adiknya pulang ke rumahnya (untung sekali Om tersebut baik sekali dan untung sekali tidak memiliki maksud buruk kepada mereka).

Setelah Om Danar berbincang-bincang dengan Ibu mereka, akhirnya Ibu memutuskan Tania dan Dede kembali bersekolah berkat dukungan Om Danar. Meski begitu, merea berdua memutuskan siangnya, setelah pulang sekolah hingga waktu Magrib ia gunakan tetap untuk mengamen.

Akhirnya, Ibu memutuskan untuk mengontrak rumah. Dan itu semua tentu berkat dukungan Om Danar. Ibu pun sudah sembuh dari sakitnya. Ibu memulai usahanya, berjualan kue. Bisnisnya maju dan menjanjikan. Meskipun begitu, Om Danar tetap memberikan uang kepada Ibu. Sebenarnya Ibu menolak, karena usahanya sudah mulai maju, bisa mencukupi kebutuhan keluarga dari usaha jualan kue itu. Dan akan menjadi ucapan bijaknya di halaman-halaman berikutnya, Om Danar selalu mengatakan, “Ditabung saja, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi besok”.

Dari sinilah, rasa antara Tania dan Om Danar bersemi. Dari kisah rumah kardus di bawah bantaran sungai. Itu hanya dirasakan oleh Tania, tersirat dalam perasaannya dalam cerita ini. Tidak ada penjelasan ataupun penegasan bagaimana perasaan Om Danar.

Usia Dede enam tahun, Tania sebelas tahun dan dia dua puluh lima tahun. Sebagai hadiah Dede berhasil menyelesaikan Lego, permainan yang cukup sulit yang dulu dihadiahkan Om Danar ke Dede, dia memutuskan memberi hadiah denga jalan-jalan di Dunia Fantasi.

Selain mengajak Tania, Dede dan Ibu, dia mengajak Kak Ratna. Belakangan diketahui, ternyata Kak Ratna adalah pacar dia. Belakangan pula, Tania ‘protes’ untuk memanggil Om Danar dengan Kak Danar. Entah karena menganggap dia sudah menjadi bagian dari keluarganya atau ingin membuat hubungan antara mereka lebih dekat menjadi hubungan antara adik dan kakak. Selengkapnya silakan baca sendiri (hehe…).

Beberapa waktu kemudian, Ibu sakit parah, usaha kuenya terhenti. Dan akhirnya ibu meninggal. Kini kedua anak itu yatim piatu, menjadi garis penghabisan keluarga, tidak memiliki siapa-siapa lagi. Hanya ada Kak Ratna dan Kak Danar.

Dari sinilah muncul kalimat, “Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin”, dia yang mengatakannya untuk membujuk Tania dan Dede pulang dari pemakaman Ibunya. “Ketahuilah Tania dan Dede… Daun yang jatuh tak pernah membenci angin… Tidak sekarang, esok lusa kau akan tahu artinya… “.

* * *

Setelah kematian Ibunya, Dede dan Tania tinggal bersama dia. Dan akhirnya dia membeli tanah dan membangun rumah, dan tinggal bersama mereka.

Setelah lulus SD, Tania berhasil mendapatkan ASEAN Scholarship, beasiswa SMP di Singapura, lulus dengan nilai terbaik kedua. Setelah itu, Tania kembali mendapatkan beasiswa SMA di Singapura, lulus dengan nilai terbaik. Lalu, melanjutkan kuliahnya di National University of Singapore dengan nilai terbaik.

Kak Danar juga sudah menjadi GM Marketing di perusahannya. Dede kuliah di universitas yang dekat dengan rumahnya, walaupun kata Tania sebenarnya Dede layak mendapatkan satu kursi universitas di negara Tania belajar.

Rasa cemburu Tania semakin menjadi-jadi. Apalagi ketika mendapatkan kabar langsung dari dia dan Kak Ratna kalau mereka akan menikah. Tania sangat terlihat merasa cemburu yang luar biasa. Sebenarnya banyak sekali cowok yang suka sama Tania, dari cowok yang Tania anggap menyebalikan, Jhony Chan, hingga cowok yang rela menjadi ‘tukang angkut’ Tania, Adi.

Tapi entah, perasaan itu sangat kuat untuk dia. Saat ulang tahu Tania yang ketujuh belas (sweet seventeen), dia berencana bersama Dede merayakan ulang tahun itu di Singapura, tentu ini menjadi sesuatu yang sangat spesial. Ketika dia hendak pulang di Bandara Changi, memberikan sebuah liontin T untuk Tania. Dan belakangan diketahui ternyata liontin itu akan sempurna jika disatukan dengan liontin milik dia, liontin D. Liontin yang disatukan dengan gambar bunga dan dua daun Linden, daun yang berbentuk hati.

Di akhir buku ini, semua potongan cinta itu terjawab di bawah pohon Linden mereka bertemu. Yang sebenarnya dia merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan Tania. Dia sama dengan Tania, tidak berani mengatakan, mengungkapkan isi hatinya, dan terlanjur memutuskan cinta yang sebenarnya dia tidak mencintai Kak Ratna, yang dinikahinya. Saat itu usia tania dua puluh dua, dia tiga puluh enam. Dan bagaimanapun, daun yang jatuh tak pernah membenci angin. Sekarang Kak Ratna sudah hamil empat bulan, dan Tania harus kembali ke Singapura.

Dia memang amat sempurna, tabiatnya, kebaikannya, semuanya. Tapi dia tidak sempurna. Hanyalah cinta yang sempurna. (Ini kutipan yang terdapat di akhir halaman buku ini).

Novel ini memiliki kelebihan yaitu memberikan pengalaman hidup yang berkesan bagi kita untuk selalu rajin belajar (“Belajarlah yang rajin Tania!”,aku bersumpah untuk melakukannya.),berjuang, dan berkerja keras dalam hidup ini. Kisah pada novel ini cocok bagi para remaja putra dan putri untuk mengetahui bagaimana seorang yang awalnya terlihat buruk dapat menjadi sukses di masa depan. Memang terdapat juga kisah cinta di novel ini yang berkesan bagi kita karena isinya memberikan pesan dan kesan bagi pembacanya untuk dapat belajar dari pengalaman yang diberikan oleh penulis novel. Kekurangan dari novel ini yaitu ending yang masih terlihat belum selesai dan ingin untuk diketahui lanjutannnya.